18.8 C
Los Angeles
October 18, 2019
Gantinama.com
Berita Harian Featured

Profil Haris Azhar, Si Aktivis Yang Cinta Negara

Aktivis Haris Azhar sempat menjadi perbincangan setelah Kritik yang disampaikan Haris Azhar kepada Yasonna sebagai pembelaan untuk mahasiswa. Sebelumnya, Yasonna mengaku malu mendengar pendapat para mahasiswa terkait RUU KUHP dan meminta mereka untuk membaca terlebih dahulu.

Pada kali ini, kita akan membahas Beberapa Fakta mengenai Haris Azhar. Si Bapak Aktivis yang selalu memiliki rasa cinta Negara.

Ketertarikannya ke dunia hukum mengantarkan Haris Azhar menjadi aktivis Hak Asasi Manusia (HAM). Bergelut dengan pendidikan hukum dan terjun langsung mendampingi korban memantapkan dirinya sebagai koordinator komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras).

Lebih Spesifik lagi, Haris juga memiliki keahlian, minat dan pengalaman tentang hak asasi manusia Indonesia dan hukum konstitusi, reformasi sektor keamanan, LSM, keadilan transisional, resolusi konflik dan hubungan ASEAN. Ia memiliki karya ilmiahnya tentang litigasi, misi pencarian fakta, analisis, penelitian, dan kerja kasus.

Tak salah bila ia bergabung dengan Kontras pada tahun 1999. Ia mengawali kariernya di sini di berbagai posisi. Mulai sukarelawan Divisi Advokasi, Anggota Staf Monitoring & Biro Riset, Kepala Dokumentasi Penelitian Biro Kepala Riset, Investigasi dan Biro Database, hingga Wakil Koordinator Kontras. Puncaknya ia menjadi Koordinator Kontras pada 2015.

1. Haris Azhar Menyelesaikan S2-MA di University of Essex, Inggris. Dalam kuliahnya, ia memperdalam Teori Hak Asasi Manusia dan Praktik.

2. Mengajar di Trisakti, Haris Azhar mengajar di Universitas Trisakti dan Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera. Haris Azhar juga diketahui lulus S1 dari Trisakti pada tahun 1999

3. Awal perjalanan kariernya dengan bergabung di sebuah lembaga Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), pada tahun 1999 dan pernah menjadi anggota Executive Committee of Forum-ASIA (Asian Wide Human Rights Organisation), dari tahun 2012 hingga 2015

4. Haris Azhar kemudian mendirikan lembaga Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) bernama Lokataru Foundation, pada 2017

5. Selama perjalanan karier Haris Azhar pernah menerima penghargaan sebagai Generasi Baru yang Beraksi oleh I-Radio Jakarta pada tahun 2014 dan Aktivis Terbaik dari salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia pada tahun 2015 yaitu iNews TV.

 

 

 

 

 

 

 

Related posts

Menawan dan Klasik ASUS VivoBook A409, Review!

Evi Erviana

Bensin Motor Boros? Ini Dia 10 Alasan dan Solusinya!

Evi Erviana

5 Konten Youtube yang paling banyak menghasilkan uang

Isra

Leave a Comment